Jika anak susah makan sayur

Artikel ini dibuat untuk mas Eko Juliyanto orang tua dari Afu yang susaaaaah sekali makan sayur.

Jika Anak tidak suka sayur apa yang harus kita lakukan :

Beberapa menu sayuran untuk anak:

1.      Nasi goreng, mie goreng  pake kacang polong, wortel, jagung, kacang panjang.

Dipotong kecil-kecil sayurannyajadi gak keliatan.

2.      Omelet pake sayur wortel buncis yang dipotong kecil-kecil.

3.      Sayur sop pake sosis dan sayuran. Sayuran dan sosisnya dibentuk kembang. Contoh wortel dibentuk kembang jadi

dia tidak keliatan sayuran.

4.      Pizza/ roti ditaburi sosis dan sayuran

5.      Nasi ditaburi sayuran dibentuk muka/wajah/boneka/kereta/mobil,dll.

6.      Nugget (kalau bisa nugget bikin sediri spy tanpa MSG vetsin) di sausin sayuran. Sausnya seperti semur

(saus kecap) tapi didalamnya ada sayurannya.

7.      Sayuran di jus, ditambah gula/syrup jadi manis dan kalau warnanya menarik pasti anak tertarik mencobanya.

8.      Brocoli wortel sayuran di blender, airnya diminum. Ampasnya bisa ditambah garam, bawang dan terigu dijadiin

nugget dan digoreng. Anak tidak akan tahu itu nugget  sayur.

9.      Jalan terakhir dengan mengimi-imingi. Ini tidak direkomendasikan kr anak jadi manja.Bilang ke anak akan dapat

escream kl sayurannya habis dimakan.

Ini ada tips dari majalah:

Anak balita memang biasanya susah makan sayur. Kita sendiri yang dewasa banyak yang tidak suka sayur, karena rasanya tidak gurih seperti daging atau ayam/ikan. Tapi bagaimanapun, mereka harus dibiasakan makan sayur. Biasanya yang saya lakukan adalah:

1. Mulai memberikan sayur perkenalan, seperti wortel yang diiris kecil-kecil dan tipis atau kentang dipotong kecil-kecil lalu dicampur bakso daging/udang atau sosis atau imasak dalam bentuk kecil dan halus. Bisa dibuat dengan kuah/sop, bisa juga ditumis dengan margarin (bisa ditambah tahu/tempe iris). Biasakan menu sayuran ini ada dalam menu makanan sehari-hari, karena wortel dan kentang rasanya manis dan gurih, dan anak kecil biasanya suka. Kemudian,

2. Sayuran seperti sawi putih bisa ditumis atau diberikan kuah santan. Agar selalu diingat, sayuran sebaiknya diiris kecil dan halus (seperti mainan sayur-sayuran) dan jangan dimasak terlalu matang.  Atau tumislah kol/kembang kol ditambah baso/sosis atau telur burung puyuh (apa saja makanan selainan sayuran dapat ditambahkan, asalkan disukai anak). Lalu,

3. Jika anak sudah mulai suka sayuran iris, mulailah memberikan sayuran yang hijau-hijau, karena biasanya sayuran hijau lebih pahit/langu buat anak kecil. Sayuran itu bisa sayur bayam (yang dimasak bening atau tumis dengan jagung manis), sayur daun singkong yang bisa ditumbuk atau diparut agak halus dan ditumis/dimasak dengan santan, sayur kangkung yang diiris halus dan ditumis dengan kecap manis ditambah daging cincang, dsb. Pada awalnya, saat melihat sayuran anak-anak sudah emoh memakannya.  Berikan sayuran di tengah-tengah makannya dan jangan langsung ditunjukkan kepada anak. Sisipkan diantara suapan nasi dan lauknya.  Lebih awal kita memberikan sayuran kepada Balita kita, lebih baik.  Karena kalau sudah besar, dia sudah bisa mengelak atau membuang makanannya.

Tapi yang paling penting adalah, anak harus merasa senang jika tiba saatnya waktu makan, sehingga lebih mudah memberikan sayuran kepada si anak. Semoga bermanfaat, dan mungkin netters lain bisa menambahkan.

(19 mei 2010, ADL)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.